Kamis, 25 November 2010

aspek-aspek bisnis dalam perusahaan

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya baik perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa maupun barang mempunyai tujuan yang sama yaitu memperoleh keuntungan. Selain itu perusahaan juga ingin memberikan kepuasan kepada konsumen atas produk yang yang dihasilkannya,karena kepuasan konsumen menjadi tolak ukur dari keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan produk yang berkualitas, dan yang diinginkan oleh konsumen.

Dalam mencapai strategi bisnis yang tepat dan terbaik untuk diterapkan, salah satunya perusahaan dapat melihat dari faktor bauran pemasaran. Hal tersebut penting karena bauran pemasaran merupakan salah satu pokok pertimbangan konsumen dalam melakukan keputusan pembelian suatu produk. Jika perusahaan tidak peka terhadap apa yang dibutuhkan oleh konsumen, maka dapat dipastikan bahwa perusahaan akan kehilangan banyak kesempatan untuk menjaring konsumen dan produk yang ditawarkan akan sia-sia.

Pemasaran merupakan salah satu ilmu ekonomi yang telah lama berkembang, dan sampai pada saat sekarang ini pemasaran sangat mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan untuk bisa bertahan di dalam pangsa pasar. oleh karena itu diperlukan strategi pemasaran yang dapat memberikan pengaruh untuk menentukan berhasil atau tidaknya dalam memasarkan produknya. Apabila strategi pemasaran yang dilaksanakan perusahaan tersebut mampu memasarkan produknya dengan baik, hal ini akan berpengaruh terhadap tujuan perusahaan.



Bisnis merupakan aktivitas yang selalu ada di sekitar kita dan dikenal oleh kaum muda hingga kaum tua. Pada era globalisasi saat ini, masyarakat indonesia khususnya para mahasiswa masih bingung dengan manfaat dan tujuan dari bisnis tersebut. Padahal, kalau kita memahami apa bisnis tersebut, kita akan mendapatkan keuntungan yang kita inginkan dalam aktivitas bisnis tersebut. Bangsa Indonesia, merupakan bangsa yang memiliki kekayaan alam yang melimpah jika kita tidak pandai mengatur itu semua, maka bangsa kita akan jatuh ke dalam keterpurukan dalam hal perekonomian, kemiskinan dan menjadikan negeri kita gagal atau miskin. Pasti sebagai rakyat indonesia kita mau jika hal tersebut terjadi di negara yang kita cintai.

Dilihat dari pertumbuhan ekonomi kita saat ini, jumlah pengangguran di Indonesia menduduki angka yang sangat fantastis. Namun, pemerintah belum bisa mengatasi problema tersebut. Jika adanya pasar kerja yang dibuka, masyarakat berbondong-bondong untuk menjadi pegawai negeri yang impikan, tetapi pekerjaan kita  tidak hanya pegawai negeri saja masih banyak pekerjaan yang bisa kita lakukan misalnya pewirausaha atau pengusaha.

1.2 Tujuan

Tujuan penulisan dalam membuat makalah ini adalah :
1.      Untuk memenuhi dan melengkapi tugas pengantar bisnis yang bermuatan softskill, dan
2.      Mengajak para mahasiswa dalam menjalankan bisnis yang baik dan benar.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Dasar Bisnis
Franchising pada adalah sebuah konsep pemasaran untuk memperluas jaringan usaha secara cepat. Sistem yg dimiliki oleh usaha franchise dianggap memiliki banyak kelebihan terutama menyangkut masalah dana, SDM dan managemen, kecuali kerelaan pemilik merek untuk berbagi dengan pihak lain. Franchising juga dikenal sebagai jalur distribusi yang sangat efektif untuk mendekatkan produk kepada konsumennya melalui tangan-tangan franchisee.
Fenomena yang menarik dibeberapa tahun ini yaitu makin tumbuh suburnya Bisnis Franchise, terutama pada bidang makanan. Coba anda amati, dewasa ini banyak sekali usaha baru yang sangat kreatif menawarkan berbagai jenis produk, misalnya usaha makanan cepat saji. Mereka membuka gerai-gerai mereka di pertokoan

2.2 Inti Franchise Sebagai Bisnis
Pemilik usaha disebut franchisor atau seller, sedangkan pembeli “Hak Menjual” disebut franchisee. Para pengusaha disebut franchisee. Isi perjanjian adalah franchisor akan memberikan bantuan dalam memproduksi, operasional, manajemen dan kadangkala sampai masalah keuangan kepada franchisee. Luas bantuan berbeda tergantung pada policy dari franchisor. Misalnya beberapa franchisor memberikan bantuan kepada franchisee dari awal usaha mulai dari pemilihan lokasi, mendesain toko, peralatan, cara memproduksi, standarisasi bahan, recruiting dan training pegawai, hingga negosiasi dengan pemberi modal. Ada pula franchisor yang menyusun strategi pemasaran dan menanggung biaya pemasarannya. Sebaliknya franchisee akan terikat dengan berbagai peraturan yang berkenaan dengan mutu produk / jasa yang akan dijualnya. Franchisee juga terikat dengan kewajiban keuangan kepada franchisor seperti pembayaran royalty secara rutin baik yang berkenaan maupun yang tidak dengan tingkat penjualan yang berhasil dicapainya.
2.3 Berbagai Keuntungan Franchisee Bisnis
Keberhasilan franchising adalah bergantung pada kerja keras dari franchisee dan nilai yang ditambahkan oleh franchisor. Berikut ini adalah cara Franchisor untuk mendapatkan uang, antara lain:
  1. Menjual franchise kepada franchisee
  2. Menjual perlengkapan ke franchisee
  3. Mengumpulkan persentase penjualan
  4. Dalam beberapa kasus perusahaan menyediakan pelatihan khusus/bahan

Beberapa keuntungan bagi Franchisor (perusahaan induk) :
  1. Produk atau jasa terdistribusi secara luas tanpa memerlukan biaya promosi dan biaya investasi cabang baru.
  2. Produk atau jasa dikonsumsi dengan mutu yang sama.
  3. Keuntungan dari royalti atau penjual lisensi.
  4. Bisnisnya bisa berkembang dengan cepat di banyak lokasi secara bersamaan, meningkatnya keuntungan dengan memanfaatkan investasi dari franchisee.
Bagi Franchisee (pemilik hak-jual) :
  1. Popularitas produk atau jasa sudah dikenal konsumen, menghemat biaya promosi.
  2. Mendapatkan fasilitas-fasilitas manajemen tertentu sesuai dengan training yang dilakukan oleh franchiser.
  3. Mendapatkan image sama dengan perusahaan induk.

2.4 Membeli Franchisor
Pengusaha yang terbaik adalah yang paling siap untuk kemungkinan berhasil, apakah fokus bisnis yang dimulai dari awal, membeli franchise, atau membeli bisnis yang ada. Dengan memulai usaha kecil sebagai franchisee, pengusaha harus mempersiapkan perusahaannya agar mampu mewakili sosok perusahaan induk dan memiliki produk dan jasa yang mutu serta citranya sama dengan produksi perusahaan induk. Selain itu, pengusaha harus pandai memilih perusahaan induk yang punya potensi untuk dijual dan dikenal luas.

2.5 Kewajiban yang harus di jalankan pebisnis Franchisor
Unsur –unsur Franchise :
  1. Adanya minimal 2 pihak, yaitu pihak franchisor dan pihak franchisee. Pihak franshisor sebagai pihak yang memberikan franchise sementara pihak franshisee merupakan pihak yang diberikan/ menerima franshise tersebut.
  2. Adanya penawaran paket usaha dari franchisor.
  3. Adanya kerja sama pengelolaan unit usaha antara pihak franchisor dengan pihak franchisee.
  4. Dipunyainya unit usaha tertentu (outlet) oleh pihak franchisee yang akan memanfaatkan paket usaha miliknya pihak franchisor.
  5. Seringkali terdapat kontrak tertulis antara pihak franchisor dan pihak franchisee.

2.6 Contoh Deskripsi Umum Pada Perusahaan
Deskripsi Umum Perusahaan
Masalah-masalah yang potensial dalam perusahaan,saingan usaha tidak sejenis,modal untuk mengelola usaha,kurangnya apresiasi dan pengetahuan bisnis.
Resiko yang timbul dalam masalah intern :
  1. Bahan baku yang sulit didapat
  2. Kurangnya peralatan
  3. Kerusakan peralatan
  4. Kurangnya tenaga kerja yang ahli
Resiko yang timbul dalam masalah ekstern :
  1. Jumlah pelanggaran
  2. Banyaknya pesaing
  3. Ekonomi pelanggan
  4. Kurangnya pengetahuan
  5. Kurangnya maksimal dalam promosi    

Tindakan alternatif dalam perusahaan :
a.       Menyelesaikan resiko intern dengan cara pengadaan bahan baku yang tidak mudah rusak,memproduksi tidak berlebihan dan perawatan peralatan yang cukup.
b.      Meyelesaikan resiko ektern dengan cara mengutamakan kualitas barang produksi,mengutamakan pelayan prima dan  memaksimalkan upaya promosi.
2.7 Informasi Umum Perusahaan
Nama dan Alamat Toko
Nama perusahaan         : Usaha dagang Kue Bolu “ Zent “
Alamat Toko                : VIP Jl Poso I Bekasi Utara
Penanggung Jawab       : Andreas
Alamat                         : Jl.Anggrek No.20 Jakarta Utara
Bidang Usaha               : Usaha ini bergerak dalam bidang perdagangan yaitu perdagangan
 Kue Bolu. Usaha ini beropersasi di Vila Indah Permai Jl.Poso 1,Bekasi Utara.
2.8 Sumber Daya Manusia dalam Perusahaan
Untuk menjalankan usaha ini pada tahap awal kami merencanakan menggunakan 4 tenaga kerja. Tenaga kerja ini kami tempatkan untuk 2 oramg di bagian produksi yaitu tenaga kerja yang mengolah bahan baku menjadi bahan jadi dan 2 orang lagi dibagian pemasaran yaitu tenaga kerja yang melayani penjualan. Untuk efisiensi dan efektivitas tenaga kerja kami diambil dari anggota keluarga.


Untuk penanggung jawab personalia kami bagi menjadi beberapa bagian :
  1. Pimpinan
  2. Administrasi
  3. Bagian pemasaran
  4. Bagian produksi
2.9 Pemasaran Dalam Perusahaan
Hasil analisis pasar :
  1. Target Pasar atau konsumen
Target pasar atau konsumen untuk usaha ini adalah toko-toko yang ada di bekasi dan sekitarnya . selain itu kami juga menerima pesanan untuk oleh-oleh,pesanan untuk acara seperti pernikahan,arisan,khitanan dan lain-lain. Lokasai produksi ynag mudah dijangkau diharapkan mampu memberikan peluang bagi berkembangnya usaha ini
  1. Situasi Persaingan        
Kemungkinan adanya saingan jenis kue-kue seperti ini sejenis didaerah lain lumayan besar karena daerah tersebut banyak yang berjualan bermacam-macam kue.
  1. Strategi Pasar
Kegiatan Pemasaran usaha ini dilakukan dengan dua cara yaitu secara langsung dan tidak langsung. Pemasaran secara langsung adalah melayani secara langsung pesanan dari pria konsumen tanpa melalui perantara. Sedangkan pemasaran tidak langsung adalah dengan menitipkannya melalui beberapa pasar atau toko secara global.


  1. Pengembangan Usaha
Untuk mengembangkan usaha ini dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut :
    • Memperbaiki kemasan produk
    • Memperbaiki kualitis produk
    • Meningkatkan pelayanan prima
    • Meningkatkan upaya promosi
    • Memperluas wilayah pemasaran
2.10 Produksi Dalam Perusahaan
Analisis Lokasi Usaha
Lokasi produksi yang mudah dijangkau diharapkan mampu memberikan peluang bagi berkembangnya usaha ini. Hal lain yang menunjang karena adanya promosi yang dilakukan dengan dititipkan diwarung dan toko sehingga konsumen akan dengan mudah mengenali produk usaha ini.
Bahan, Perlengkapan dan Peralatan Produksi serta Proses Produksi
Bahan-bahan produksi
  1. Tepung Terigu
  2. Gula
  3. Telur
  4. Baking powder
  5. Margarin
  6. Pewarna Kue
  7. Vanila
  8. Pengembang kue

Peralatan dan Perlengkapan
  1. Oven
  2. Loyang
  3. Kuas
  4. Baskom atau tempat untuk mengaduk adonan
  5. Tempat Kukusan
  6. tempat cetak kue
Proses Produksi
  1. Tepung terigu dicampur dengan telur yang diambil kuningnya saja.
  2. diberi bakieng powder lalu diaduk-aduk sampai mengembang
  3. Adonan diberi margarine yang dicampurkan pengembang kue,vanilla dan beri sedikit pewarna supaya lebih sedikit enak dipandang.
  4. Aduk adonan terus sampai mengembang
  5. Setelah mengembang ambil adonan sedikit-sedikit
  6. Lalu masukkan adonan ketempat kukusan bolu
  7. Setelah dimasukkan kedalam cetakan kukusan bolu,lalu masukkan kedalam oven.
  8. Setelah beberapa menit kemudian bolu kukus mekar lalu siap untuk diproduksi.
2.11 Keuangan dalam perusahaan
Rencana Keuntungan Usaha
Modal didapatkan dari modal sendiri
  • Modal tetap yang diperlukan peralatan dan perlengkapan
      • Oven 4                                                 : Rp 2.000.000
      • Loyang 8                                              : Rp 120.000
      • Kuas buat kue 8                                   : Rp 16.000

      • Tempat untuk mengaduk adonan 4        : Rp 60.000
      • Tempat cetak kue 4                              : Rp 80.000
      • Jumlah nodal tetap                                : Rp 2.276.000
  • Modal Produksi untuk membuat satu kue
      • Tepunt Terigu 6 kg       : Rp 60.000
      • Gula 3 kg                     : Rp 28.000
      • Telur 3 kg                     : Rp 36.000
      • Bakieng powder           : Rp 12.000
      • Margarin 2                   : Rp 50.000
      • Vanila                           : Rp 14.000
      • Pengembang kue          : Rp 7.500
      • Jumlah Biaya Bahan Baku         : Rp 207.500
  • Biaya Produksi/Bulan
      • Biaya Listrik                             : Rp. 220.000
      • Biaya Kemasaan                       : Rp. 80.000
      • Biaya air (PAM)                       : Rp. 100.000
      • Biaya Tenaga Kerja 4 Orang    : Rp. 400.000
      • Jumalah Biaya Produksi/Bulan               : Rp. 800.000

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan

Jadi untuk menjadi seorang pembisnis harus mengetahui dasar bisnis itu apa ,dan apa saja kewajiban dalam pembisnis .
Aspek-aspek bisnis dalam perusahaan toko kue bolu dari SDM, marketing, produk maupun keuangan dijalankan dengan cara yang benar-benar terlatih dan lebih professional.
Dan untuk menjalankan usaha ini pada tahap awal dibutuhkan 4 orang tenaga kerja yang diambil dari anggota keluarga dengan tujuan untuk efektifitas dan efisien.
Dan untuk mengembangkan usaha ini dalam pemasaran memperbaiki kemasan produk,meningkatkan pelayanan prima,meningkatkan upaya promosi dan memperluas wilayah pemasaran.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar